Kisah Misteri

Hiiii…. Sukarelawan Sering Alami Hal Mistis Saat Cari Luweng Di Wonogiri

Hiiii…. Sukarelawan Sering Alami Hal Mistis Saat Cari Luweng Di Wonogiri

Hiiii…. Sukarelawan Sering Alami Hal Mistis Saat Cari Luweng Di Wonogiri

Sukarelawan yang lakukan pencarian luweng di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri mengaku sering kali mengalami perihal unik, aneh dan berbau mistis. Mulai dari mendengar suara aneh sampai pernah mengalami flu bersama.
Bandar Taruhan
Hingga kini, pencarian beberapa luweng di Pracimantoro, Wonogiri untuk menangani banjir masih berlangsung. Pencarian itu melibatkan sukarelawan dari Desa Sumberagung, Pracimantoro.

Adapun sukarelawan yang mengikuti pencarian terdiri dari 10 tim inti, selebihnya sukarelawan yang terlibat bergantian.

Berdasarkan knowledge yang dihimpun Solopos.com, sampai kini sukarelawan itu sudah mencari luweng di lima lokasi atau dusun. Pertama, ditunaikan di Dusun Dompol, Desa Petirsari. Di lokasi itu pencarian ditunaikan sepanjang lima hari bersama kedalaman tujuh meter, tapi luweng tidak ditemukan.

Kedua, ditunaikan di Dusun Joho Kidul, Desa Joho. Di lokasi itu, luweng sukses ditemukan sepanjang 11 hari bersama kedalaman 6,5 meter. Ketiga, di Dusun Karang Kulon, Desa Sumberagung. Di lokasi itu luweng tidak ditemukan meski sudah dikeruk sampai lima meter.

Keempat, di Dusun Pakem, Desa Sumberagung. Di lokasi itu luweng ditemukan di kedalaman tujuh meter. Kelima, di Dusun Ngaluran, Desa Sumberagung. Hingga kini pencarian masih tetap dilakukan.

Hal Mistis
Salah satu sukarelawan yang ikut mencari mulut luweng, Saryono, mengatakan pas pencarian luweng tidak bisa dipastikan. Jika siang turun hujan, biasa pada malam hari lembur lakukan pencarian. Karena ada genangan air yang masuk ke dalam lubang yang dikeruk. Sehingga mesti disedot.

Atas pas yang tidak menentu itu, kata dia, para sukarelawan membawa base camp di tiap-tiap lokasi pencarian untuk beristirahat. Mereka tidur, memasak dan bersih-bersih di tempat itu. Biasanya, base camp yang digunakan itu rumah kosong.

“Jadi wajar jikalau sering ditakut-takuti atau ada pengalaman yang aneh. Kalau ditakuti itu kebanyakan berwujud suara orang tak dikenal, jikalau wujud itu tidak ada. Saya dan teman-teman sudah biasa bersama layaknya itu. Jadi ya dibiarkan. Kalau pas pencarian tidak pernah ditakut-takuti,” kata dia belum lama ini pas dihubungi Solopos.com.

Selain itu, kata Saryono, ada momen aneh yang ia alami bersama sukarelawan lainnya. Saat itu tengah lakukan pencarian luweng di Dusun Karang Kulon, Desa Sumberagung. Setelah lima hari pencarian, batu yang dikeruk itu longsor, tapi tidak parah. Kemudian sukarelawan memastikan untuk rubah tempat pencarian.

kunjungi Juga : Kisah Misteri

“Pada hari itu seluruh personil langsung jadi flu atau gembreges badannya. Namu keesokan harinya, sehabis jadi pencarian luweng di Dusun Pakem, Desa Sumberagung, seluruh personil sehat kembali. Lha pas itu kami berpikir-pikir, dimungkinkan seluruh personil flu dikarenakan menggali di Dusun Karang Kulon itu,” kata warga Dusun Digal, Desa Sumberagung, Pracimantoro itu.

Saryono mengatakan, komitmen yang ia lakukan bersama sukarelawan lainnya yaitu tidak merepotkan warga sekitar. “Kami juga memasak sendiri. Logistik dibantu oleh Pak Irwan Hari Purnomo,  anggota DPRD Wonogiri dan Pak Camat Warsito dan juga para Kepala Desa yang daerahnya dijadikan lokasi pencarian luweng,” kata Saryono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *