Kisah Misteri

Kisah Misteri Jembatan Kuning Yang Disebut Kawasan Angker

Kisah Misteri Jembatan Kuning Yang Disebut Kawasan Angker

Kisah Misteri Jembatan Kuning Yang Disebut Kawasan Angker

Pemuda Pancasila Pengurus Anak Cabang (PP PAC) Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung berinisiatif melaksanakan doa bersama bersama harapan mampu memberi tambahan rasa aman, nyaman dan tentram.
FS88BET
Doa bersama dimaksudkan bagi masyarakat luas yang selama ini sebagai pengguna jalan yang melintas di Jalan Kamojang Kecamatan Ibun.

Rencananya, doa bersama itu akan ditunaikan di kawasan Jalan Kamojang atau kurang lebih Jembatan Kuning Jalan Tembus Kamojang, pada Senin 24 Agustus 2020 malam pukul 21.30 WIB hingga Selasa 25 Agustus 2020 dini hari pukul 02.00 WIB.

Ketua Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Ibun Risman Dariusman mengatakan, rencana melaksanakan doa bersama itu mengenai bersama udah puluhan jiwa para pengendara roda dua yang melintas di Jalan Kamojang Kecamatan Ibun mengalami kecelakaan selanjutnya lintas hingga merenggut nyawa.

Tidak sedikit di pada pengendara yang mengalami luka berat maupun luka enteng di kawasan yang disebut tetap angker itu.

“Tidak sedikit para pengendara roda dua yang meninggal dunia di wilayah kejadian, tak hanya meninggal dunia sesudah menekuni perawatan medis di puskesmas paling dekat maupun di tempat tinggal sakit,” kata Risman didampingi Sekjen Atep Kustiwa di Ibun, Minggu 23 Agustus 2020 malam.

Risman menuturkan, untuk melaksanakan doa bersama itu, tak hanya melibatkan jajaran Muspika Ibun, juga para ustaz atau ulama yang tergabung dalam kepengurusan Aswaja Kecamatan Ibun.

“Di Kecamatan Ibun itu ada kurang lebih 30 pengurus Aswaja, kalau pelaksanaan doa bersama bersama para santrinya mampu menggapai 100 orang,” katanya.

Risman menghendaki bersama adanya agenda doa bersama itu mendapat dukungan dan dukungan berasal dari Allah SWT.

“Diharapkan tidak ada kembali moment laka kemudian yang berlangsung di turunan Jalan Kamojang, yang selama ini udah puluhan jiwa melayang akibat kecelakaan tersebut,” ungkapnya.

Ia pun berpendapat kecelakaan selanjutnya lintas itu tak hanya karena faktor kelalaian manusia, juga karena suasana alam, terlebih ruas Jalan Kamojang yang mengalami penurunan lumayan curam.

Sehingga banyak di pada pengendara roda dua, terlebih motor matik yang mengalami rem blong.

“Kami menghendaki doa bersama bersama melibatkan para ulama atau ustaz ini mampu meminimalisir kecelakaan selanjutnya lintas yang membawa dampak korban jiwa dan luka-luka,” harapnya.

Kunjungi Juga : Kisah Misteri

“Kami sebagai Ormas menghendaki kepada pemerintah atau perusahaan negara, yakni BUMN yang ada di wilayah kurang lebih Ibun supaya mampu mendukung untuk membangun pos peristirahatan. Dengan harapan, pos peristirahatan itu untuk para pengemudi yang mau turun berasal dari arah Garut ke Bandung. Kami siap menjadi relawan cukang monteng asal ada pos,” imbuhnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *