Kisah Misteri

Penampakan Misterius di Jalan Raya Pada Siang Hari

Penampakan Misterius di Jalan Raya Pada Siang Hari- Sudah menjadi hal yang lumrah kalau para pedagang ingin barang dagangannya laris dan mendapat keuntungan berlipat ganda.

Sehingga banyak yang memanfaatkan siasat bisnis agar barang dagangan laku keras, atau paling tidak menarik banyak pelanggan.

Namun tersedia termasuk lebih dari satu pedagang yang memanfaatkan metode yang dilarang secara hukum maupun agama untuk melariskan barang dagangan mereka.

Seperti yang dibagikan oleh Nurul Kasmadillawati Zakaria ini yang menceritakan tentang bermacam pelaris berdasarkan pengalamannya.
Bandar Bola
Menurut Nurul yang warga Malaysia ini, pemakaian pelaris di warung makanan atau restoran bukanlah hal yang baru. Bahkan warung yang terlihat islami sekali pun tak luput dari pemakaian pelaris ini.

Nurul membagikan masalah pelaris di warung atau restoran ini dikarenakan kasihan dengan orang-orang yang singgah untuk makan. Mereka tidak mengerti kalau makanan yang mereka makan kotor. Karena khadam (makhluk halus yang diberi tugas melariskan warung atau restoran itu) kencing pada makanan.

Ciri-ciri Warung yang Pakai Pelaris
Berikut lebih dari satu macam pelaris dan ciri-ciri warung atau restoran yang kenakan pelaris menurut Nurul.

1. Warung yang memanfaatkan pelaris pemiliknya biasanya tidak atau jarang sholat. Dia tidak bisa sholat secara konsisten dikarenakan khadam dapat jadi panas. Jika sempat berkenalan dengan pemilik warung, memperhatikan sholatnya. Jika tak bersua dia sementara sholat kudu atau sholat Jumat, tetapi tiba-tiba terlihat sesudah orang-orang selesai sholat, mungkin dia miliki khadam.

2. Pelaris adalah keliru satu bentuk sihir. Pemilik warung biasanya memanfaatkan wafa’. Ini adalah semacam jampi atau mantera yang ditulis di dalam kertas atau kulit binatang. Ada wafa’ yang ditulis memanfaatkan ayat Alquran. Namun tersedia termasuk yang ditulis di dalam huruf yang sukar dibaca. Malah tersedia yang ditulis di dalam bahasa Thailand atau Jawa. Warung yang memanfaatkan pelaris tipe ini biasanya letakkan wafa’ di bawah nampan area makanan atau digantung seperti ayat Alquran.

3. Untuk warung yang memanfaatkan khadam tidak dapat memasang hiasan ayat Alquran. Kalau tersedia pelanggan yang baca Alquran, pemilik warung dapat bertanya baca apa. Kalau cuma dengan azan, khadam tidak apa-apa. Tapi kalau baca ayat Alquran, khadamnya marah. Panas katanya. Apalagi kalau tersedia yang baca surah Al-Jin atau Al-Mulk.

4. Kita kerap lihat orang-orang serbu sebuah warung, seperti mereka miliki selera yang besar. Tapi andaikan orang-orang itu membeli dan dibawa pulang, makanan tiba-tiba jadi basi atau rasanya tidak serupa dengan sementara makan di tempat. Ini bermakna khadam warung berikut sengaja menutup makanan berikut agar terlihat atau jadi nikmat sementara dimakan di tempat.

5. Warung atau restoran yang kenakan pelaris kadang termasuk memasang hiasan atau akesori yang pengunjung kadang tidak mengerti kenapa barang berikut tersedia di situ. Misalnya, tanduk kerbau yang digantung dengan gambar wali songo atau tulisan assalamualaikum, kulit kerang, mimi yang dikeraskan, atau parang yang digantung di dalam warung atau restoran. Semua barang-barang ini adalah area untuk memberi makan atau tinggal khadam yang dipelihara di di dalam warung atau restoran.

Pengalaman Ngeri
Nurul menjelaskan dia bercerita tentang pelaris di warung ini berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuannya saja.

Tidak itu saja, dia termasuk membagikan pengalaman seorang rekan bernama Encik Hensem yang bahagia makan di satu warung nasi lemak yang cukup kondang di Kuala Lumpur.

Orang tetap antre 2 hingga 3 baris untuk merasakan nasi lemak di warung tersebut. Padahal rasanya biasa saja, jadi harganya sedikit mahal. Meski begitu, Encik Hensem tetap bahagia saja.

Satu malam dia ajak Nurul pergi makan ke warung itu. Sampai sana, Encik Hensem turut antre. Nurul sendiri duduk di meja dengan anak-anak. Sambil tengok orang berbaris. Tiba-tiba dengar seorang karyawan teriak ” Nasi habis. Ambil nasi” .

Nasi Disimpan di Toilet
Bagian inilah yang sebabkan Nurul tak rela kembali ke warung tersebut. Sampai mati Nurul takkan lupa. Ada seorang karyawan pria ke belakang. Buka pintu toilet dan ambil 1 periuk nasi. Sementara itu tersedia banyak kembali panci lain bersusun bertingkat-tingkat. Semua itu tentu memuat nasi.

Toilet berikut tipe jongkok. Memang mengerti terlihat jamban di dalam toilet tersebut. Panci di dalam toilet berikut seluruhnya tertutup rapi. Tapi apa motifnya menyimpan nasi di dalam toilet? Mungkin toilet itu telah tidak digunakan. Tapi toilet tetap toilet, area kotor.

Saat lihat perihal itu, Nurul angkut anak-anak menuju ke Encik Hensem untuk batal pesan. Sayangnya dia telah rela bayar. Makanan telah dibungkus. Memang rencananya ingin bungkus, makan di rumah lebih nyaman.

Malam itu Nurul tidak cerita ke Encik Hensem. Esok lusa baru cerita. Sejak itu sebetulnya telah tak pernah jejak kaki ke sana. Kalau lewat dan lihat orang-orang antre, kasihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *